Selasa, 31 Mei 2016

Suara Sumbang

Suara Sumbang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Matahari siang ini masih saja terik seperti biasanya, rasanya hanya beberapa jengkal saja dari kepala. Keadaan ini membuat kerongkonganku kering kerontang sehingga memaksa tubuhku untuk dipenuhi haknya. Kuputuskan untuk rehat sejenak di pos satpam sebuah restoran yang sering kulewati. Karena satpam yang menjaga tersebut sudah lama mengenaliku, jadi mudah saja bagiku untuk mendapat ijin darinya.

“Siang ini kita makan apa ya?” seloroh seorang lelaki berdasi kepada kedua rekan sejawatnya ketika turun dari mobil jeep hitam yang mereka kendarai.
“Saya tahu restoran Jepang yang menyajikan makanan lezat di sekitar sini, beberapa minggu lalu saya pernah mencobanya.” Jawab rekannya sambil membetulkan letak kaca mata minusnya.
“Baiklah kalau begitu, kita akan makan siang di sana” sahut rekan lainnya.

Setelah memarkirkan mobil, bapak-bapak yang diperkirakan berprofesi sebagai pejabat tersebut berjalan bersama menuju restoran yang dimaksud sambil membicarakan berbagai hal. Birokrasi, manipulasi, paradigma, otoritas, eksploitasi dan sederet istilah-istilah asing yang mereka lontarkan entah apa artinya aku tak tahu atau lebih tepatnya aku tak mau tahu apa maksud dari istilah-istilah yang mereka bicarakan itu. Yang terpenting bagiku sekarang adalah bagaimana caranya agar bisa mendapatkan beberapa lembar r
... baca selengkapnya di Suara Sumbang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 27 Mei 2016

Bintang Lapangan

Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Awas.. si buntung mau lewat, beri dia jalan teman teman” teriak seorang anak
“Hahaha… dasar buntung” lanjutnya sambil tertawa
Tak bosan bosannya mereka mengejekku, aku memang sudah terbiasa dengan ejekannya. Tapi… kadang aku merasa merasa menyesal di lahirkan dengan keadaan cacat begini. Aku iri dengan mereka yang terlahir dengan kesempurnaan. Mereka bisa berlari kesana kemari sepuasnya, tapi aku? berjalan saja lambat seperti seekor siput.

Namaku Amir, umurku 15 tahun. Aku duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Bapak dan Ibuku adalah seorang petani, kehidupan kami bergantung pada lahan itu. Aku sangat ingin kaki palsu… tapi penghasilan orangtuaku yang pas pasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari, mana bisa beli kaki palsu? aku harus mememdan mimipiku dalam dalam.

Banyak anak anak di sekolah menjauhiku, alasanya mereka malu berteman denganku. Tapi Lili dan Wandi berbeda, mereka mau menjadi temanku. Dengan di bantu tongkat kayu aku berjalan menuju kelas, “Amir&
... baca selengkapnya di Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 20 Mei 2016

Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus

Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

SOSOK YANG TEGAK DI ATAS BATU BESAR DI TENGAH SUNGAI BUKAN LAIN ADALAH LA TANDAI ALIAS HANTU BARA KALIATUS. SEPASANG MATANYA MASING-MASING MEMILKI DUA BOLA MATA BERWARNA MERAH SEPERTI BARA MENYALA MENATAP ANGKER KE ARAH LAKASIPO. SAAT ITU LAKASIPO MASIH DUDUK DI ATAS PUNGGUNG LAEKAKIENAM KUDA TUNGGANGANNYA YANG BERKAKI ENAM. SEMENTARA WIRO, NAGA KUNING DAN SETAN NGOMPOL MASIH BERADA DALAM GENGGAMAN TANGANNYA, BELUM SEMPAT DIMASUKKANKE DALAM KOCEK JERAMI. "MAKHLUK APA ITU GERANGAN...." KATA NAGA KUNING. "KEPALANYA SEPERTI PENDUPAAN! ADA BARA MENYALA!" "LIHAT MATANYA!" NAGA KUNING BERUCAP. "SETIAP MATA ADA DUA BOLA MATA!" "YA, AKU JUGA SUDAH MELIHAT. JANGAN-JANGAN MAKHLUK INI PUNYA EMPAT BIJI DI KANTONG MENYANNYA!" KATA WIRO PULA SAMBIL TERTAWA CEKIKIKAN. "KALIAN JANGAN BERGURAU SAJA!" MEMBENTAK SETAN NGOMPOL. "AKU PUNYA FIRASAT BAHAYA BESAR ME
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #103 : Hantu Bara Kaliatus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 18 Mei 2016

Keluarga itu, Keluarga Baiti

Keluarga itu, Keluarga Baiti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 09 Juni 2012
07.10 wib.
Tiba2 hp-ku berdering. Satu panggilan dari nomor kamu. Seketika q angkat. Dan kamu hanya miscall. Aku terbangun dari tidurku. Ada 3 sms. Satu dari kamu dan dua lagi dari nomer tak dikenal.

085376394***
“Assalam.
Mas Slamet dimana…???”

087879428***
“Mas… kalo bisa nanti siang ke HMJ ya..
Ada yg mau dibicarakan. Penting.”

My Sweety
“Mas bangun mas.
Dah siang nich.
Kita kan mau pulang ke rumah adex.”

Aku lupa jika tadi malam aku janji mau nganter kamu pulang. Tanpa menghiraukan 2 sms yang lain aku langsung mandi. Secepat mungkin. Dan selesai. Selanjutnya dengan kecepatan 100KM/Jam aku menuju kosmu. Dan 10 menit kemudian aku telah sampai di depan kosmu. Tidak ada kamu. Tidak ada siapa2 di depan sini. Suasana masih sangat lengang di pagi ini. Akhirnya Ku ambil hanphone untuk menghubungimu. Tapi ternyata ada sms darimu lagi.

My Sweety
“Bo”k yok mas”……..

Aku hanya tersenyum membacanya. Sembari berpikir kalo2 kamu merajuk karena aku telat datang. Ku hubungi kamu tapi g kamu angkat. Ku sms juga g di balas. Pasrah dengan keadaan. Aku hanya berdiam diri diatas motorku.
Tiba2 kamu keluar……
“ngantuk mas…. bo2k aja yok” sembari tersenyum manja.
Aku membalas senyum indahmu dengan sen
... baca selengkapnya di Keluarga itu, Keluarga Baiti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #178 : Tabir Delapan Mayat

Wiro Sableng #178 : Tabir Delapan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM

DENGAN bunga matahari yang telah diberi mantera sakti oleh Nyi Roro Jonggrang, Ratu Randang berhasil melenyapkan tanda Pukulan Delapan Sukma Merah yang ada di kening dan dada Pendekar 212 Wiro Sableng. Sebagai ucapan terima kasih, Wiro mencium si nenek sampai empat puluh kali. Biasanya Ratu Randang yang selalu duluan mencium sang pendekar. Gembira tak terhingga mendapat ciuman begitu banyak, walau bibirnya jadi jontor, si nenek cantik segera hendak menolong Dewi Ular. Saat itu Dewi Ular memang dalam keadaan cidera akibat ntrokan kekuatan tenaga dalam dan kekuatan gaib dengan Pangeran Matahari dan Sinuhun Muda yang dibantu Sinuhun Merah serta bocah Ksatria Junjungan Dirga Purana. Walau keadaannya seperti itu, namun Dewi Ular dengan polos minta agar si nenek lebih dulu menolong Raja Mataram yang saat itu tergeletak ditemani Jaka Pesolek, si gadis cantik berkumis
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #178 : Tabir Delapan Mayat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #147 : Api Di Puncak Merapi

Wiro Sableng #147 : Api Di Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PERJANJIAN DENGAN ROH

"Pangeran! Telinga kananmu terluka!" Teriak Liris Merah. Gadis ini berlari mendatangi. Pangeran Matahari langsung merangkul pinggang Liris Merah. "Hanya luka kecil, mengapa dikawatirkan!" kata sang Pangeran pula. "Kau tahu, kobaran api merangsang nafsuku. Aku ingin mencumbumu di tengah kebakaran dahsyat ini!" "Pangeran, aku siap melayanimu,"jawab Liris Merah yang sudah tergila-gila pada Pangeran Matahari. Lalu tanpa malu-malu gadis ini tanggalkan pakaian merahnya dan baringkan tubuh di tanah."Pangeran, cepat. Lakukan sekarang. Tubuhku terasa mulai panas." "Kekasihku, kau memang hebat. Tidak pernah aku menemui gadis luar biasa seperti dirimu sebelumnya!" Liris Merah memekik kecil lalu tarik tangan Pangeran Matahari.



SATUWULAN Srindi, murid Perguruan Silat Lawu Putih se-perti diketahui telah mengalami nasib malang. Diperkosa oleh dua orang anggota Keraton Kaliningrat bernama Kunto Randu dan Pekik Ireng. Kejadian yang merupakan pukulan sangat hebat itu telah membuat Wulan Srindi rusak ingatan. Selain itu kecintaannya terhadap Wiro Sableng menyebabkan pula Wulan Srindi kemana-mana menebar cerita bahwa Pendekar 212 adalah suaminya dan Dewa Tua
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #147 : Api Di Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 16 Mei 2016

Kupu Kupu Malam

Kupu Kupu Malam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Malam yang cukup terang di kota jakarta, terlihat seorang wanita muda bernama Risa sedang duduk dengan tatapan kosong di tepi jalan
“Ya allah kenapa nasibku begini?” gumamnya dalam hati
“kakak.. kakak” suara adiknya megagetkan dia
“aduh ada apa dek? Kakak hampir jantungan” tanya Risa kepada adiknya
“ayo kak kerja, kita ngamen lagi, aku lapar kak, kita ngamen biar dapat duit” rewel adiknya

Risa tak tega melihat adiknya harus kelaparan kehausan seperti itu, Risa pun kembali berdiri sebari mengambil gitarnya tuanya, dengan berbekal suara yang cukup bagus Risa mulai menelusuri jalanan di ibu kota, dari lampu merah, halte, sampai ke stasiun, demi mencari recehan tuk bertahan hidup, baginya hidup apa adanya yang penting halal ia selalu bahagia, dari pada mewah tapi gak halal.

Entah kenapa malam itu tak sepeserpun receh yang dia dapat, tetapi melihat adiknya kelaparan membuat Risa tak menyerah, “Kakak Dean lapar kak” lagi-lagi adiknya mengeluh, “sabar de kakak juga lagi berusaha” beberapakali Risa mencoba menenangkan Dean adiknya, tak lelah berjalan di kisah malam kota jakar
... baca selengkapnya di Kupu Kupu Malam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 15 Mei 2016

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Kalau kalian mau, kalian bisa bantu-bantu berdagang bersama kami, dari pada kalian menjadi gelandangan di luar sana,” sahut Ibu Rain lagi. Joe tersenyum. “Terima kasih, anda baik sekali,” katanya.
“Nah sekarang makan dulu,” kata Rain sambil menunjuk ke meja yang sudah reot. Joe merasa beruntung sekali. Baik sekali orang-orang ini, pikirnya, padahal mereka baru mengenalnya. Ia kemudian makan makanan yang telah dihidangkan dengan diam.
Ibu Rain kemudian mengeluarkan dua buah tikar. “Maaf sekali, tempat tidurnya kurang,” katanya malu-malu. Joe tersenyum kecil. “Tidak apa-apa Bu,” katanya.
Rain menoleh ke Abu. “Ibu, kurasa, Abu bisa tidur di tempat tidurku, kasihan dia, ia tidak boleh tidur di lantai,” katanya. Ibu Rain mengangguk. “Mari, Nak,” katanya ramah sambil membantu Abu bangun dan membawanya ke tempat tidur Rain.

Dalam sekejap rumah yang kecil itu langsung sunyi. Joe melihat jam tangannya.. Sudah pukul 1 pagi. Apa yang akan dikatakan Ibu Rita dan Pak Andre jika melihat anaknya telah menghilang? Joe tidak bisa tidur. Ia merasa bersalah sekali sudah membawa-bawa Abu.

“Nak, Nak? Bangun Nak,” bisik suara lembut yang menyentuh pipinya. Joe membuka matanya. Hari sudah cerah ternyata. “Sarapan sudah siap.”
Joe mengucek matanya dan memakai kembali kaca matanya. Tampak di meja reot itu a
... baca selengkapnya di Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 06 Mei 2016

Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia Kelamku

Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia Kelamku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kring… kring… kring suara jam berdering kencang bagaikan petir yang menyambar di kamar Feli. Feli pun perlahan-lahan membuka matanya. Hari ini aku ngantuk banget tapi aku harus bangun. karena hari ini pertama kalinya aku menerima mata pelajaran di bangku perkuliahan. Feli pun segera bergegas bangun untuk mepersiapkan dirinya untuk segera berangkat ke kampus. Setelah Feli selesai mandi Felipun menata barang-barang bawaanya untuk dibawanya ke kampus. Di saat itu pula Feli tiba-tiba melamun dan di dalam hatinya ia pun berkata, andai aku bisa masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Yogja, pasti aku akan senang tapi ternyata Tuhan berkata lain, aahh… tapi mungkin Tuhan telah memberikan yang terbaik untukku walaupun Feli berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya tapi Feli harus tetap bersyukur karena bagaimanapun juga masih banyak orang-orang di luar sana yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya di bangku perkuliahan yang disebabkan karena berbagai alasan, tapi Feli lain dari mereka, walau Feli dibesarkan dari keluarga sederhana tapi Feli masih bisa berkuliah walaupun dengan bantuan kak Doni. Akhirnya Feli pun tiba-tiba tersadar dari lamunannya. Ia pun segera bergegas menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarga kecilnya.

Pagi ayah, pagi ibu, pagi kak doni. Feli pun berusaha tersenyum walau di hatinya masi
... baca selengkapnya di Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia Kelamku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 05 Mei 2016

Andrie Wongso: Kepercayaan Diri

Andrie Wongso: Kepercayaan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, ada seorang pengusaha yang cukup terpandang di sebuah kota. Suatu ketika, dia ingin pergi berlibur ke desa kelahiran ayahnya untuk istirahat sejenak dari kepenatan pekerjaan. Selain rehat sejenak, di sana ia juga ingin menemui kakeknya yang masih tinggal di desa tersebut.

Ia ingin mengunjungi kakeknya karena memang hubungan di antara mereka cukup dekat, meski belakangan ini mereka jarang bertemu. Tak jarang, bila sedang dirundung masalah, si pengusaha muda mencari dan mendapat banyak nasihat dari kakeknya.

Sesampai di desa tersebut, setelah berkangen-kangenan sejenak, si kakek segera bisa menangkap maksud kedatangan cucunya. Itu terlihat dari sikap dan raut wajah cucunya. Sunggingan senyum yang seperti dipaksakan di wajah cucunya tak bisa menyembunyikan raut kegelisahan.

Maka, keesokan pagi, tanpa basa-basi, kakek pun segera menegur sang cucu di tengah percakapan mereka. “Cucuku. Kedatanganmu kemari pasti ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan kakek. Ayo, tidak perlu basa-basi lagi, ceritakan saja kepada ka
... baca selengkapnya di Andrie Wongso: Kepercayaan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 01 Mei 2016

Lorong

Lorong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dia memanggilku, memanggil dan terus memanggil dari jauh, di seberang lorong yang gelap. Namun aku tidak bergerak, syarafku mati rasa, organ dalamku kejang, hatiku, diliputi rasa takut, rasa takut yang amat sangat. Jantungku kaku tak berdetak. Sungguh, sungguh aku seperti merasa berada di akhir dunia. Dia mendekat, berjalan perlahan ke arahku yang terkapar di lorong ini.
“Hei Kamu!”
“Ya, Kamu! Orang yang pura-pura berbaring di lantai.” Hardik orang itu dengan keras.
“Apa Kamu sudah siap? Saatnya Kamu enyah dari dunia ini!”
“Tungg… Tunggu dulu, kenapa Aku? Kenapa Aku harus enyah?” Aku berkata dengan gugup. Tak bisa kubayangkan aku dalam posisi seperti ini.
“Kamu sudah tidak pantas lagi berada di dunia ini..”
“Kamu sudah mati”
“Aku, aku, Mati? Tidak, tidak mungkin, aku baru saja pulang ke rumah, aku tidak tau bagaimana bisa sampai di sini. Tidak, aku tidak mati, aku masih hidup!”
“Ya, Kamu masih hidup, tapi jiwamu sudah mati, Hatimu sudah hilang entah kemana, perasaanmu sudah terbang, jauh, jauh
... baca selengkapnya di Lorong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu