Rabu, 14 September 2016

TJS: MYT

TJS: MYT Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mari berbincang soal TJS: Tiga Jurus Sukses. Ini resep cespleng yang saya terima dari seorang kawan yang bermurah hati mau mengajar saya. Katanya, ia sudah membaca ribuan buku mengenai sukses. Dan saya percaya. Ketika saya berkunjung ke kediamannya, ia dengan bangga menunjukkan kepada saya perpustakaan pribadinya yang penuh dengan buku-buku tebal dalam jumlah ribuan. Ada yang nampak sudah lusuh betul dan penuh debu tanda lama tak tersentuh. Ada juga yang masih terbungkus rapi, belum sempat dibuka.

Saya percaya bahwa apa yang diajarkannya kepada saya tidak saja bersumber dari buku-buku itu, tetapi juga dari ratusan seminar dan pelatihan yang pernah ia ikuti. Ia belajar dari guru-guru sukses terbaik di Indonesia, di Asia, di Amerika, dan bahkan dari belahan dunia lainnya. Obsesinya untuk meraih sukses dan menjadi lebih sukses dan terus sukses telah membuatnya menginvestasikan ratusan juta tiap tahun untuk berguru dari orang-orang terbaik. Ia mengatakan kepada saya, bahwa tiga jurus sukses yang akan diajarkannya langsung kepada saya itu, merupakan kesimpulan dan ringkasan dari semua ajaran sukses yang pernah ada
... baca selengkapnya di TJS: MYT Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 11 September 2016

Seleksi Profesional, Kabinet Profesional

Seleksi Profesional, Kabinet Profesional Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Beberapa waktu lalu Presiden Yudhoyono (SBY) menyatakan tak ada broker untuk masuk kabinetnya. Namun pernyataan tersebut agak susah dibuktikan konsistensinya mengingat Presiden juga manusia biasa yang tak lepas dari lingkungan sosialnya. Presiden tentu punya lingkar orang kepercayaan, dari yang paling punya kedekatan sosial-emosional, hingga yang punya kedekatan secara politis.

Orang-orang di lingkungan lingkar utama RI-1 ini bisa jadi besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan SBY. Dalam kaitan itu, sampai saat ini setidaknya belum jelas apa saja kriteria rinci untuk memilih anggota kabinet. Hal yang paling umum disebutkan kepada khalayak untuk melaksanakan hak prerogatif Presiden itu adalah soal kapabilitas dan akseptabilitas dari kandidat yang bersangkutan.

Masyarakat hanya menduga-duga bahwa semestinya Presiden punya semacam indeks guna menentukan apakah akan merekrut seseorang menjadi anggota kabinetnya dan menempatkannya di pos tertentu. Hal ini mengingat perusahaan yang skala cakupannya sangat mikro saja biasanya melakukan seleksi saat mau menambah atau mempromosikan pegawai.

Jelasnya lembaga kepresidenan yang menentukan nasib 250 juta warga negeri ini tentu mempunyai prosedur dan mekanisme seleksi yang bisa dipertanggungjawabkan. Prosedur dan mekanisme yang sebaiknya bisa merinci, terutama terkait definisi kapabilitas dan langkah operasional teknis pengukuran objektifnya yang sesuai dengan kaidah ilmiah.


... baca selengkapnya di Seleksi Profesional, Kabinet Profesional Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 10 September 2016

Pembuktian

Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pendiam tapi menyenangkan, itulah aku, versi diriku sebulan yang lalu. Ya, andai saja mahasiswa jurusan sastra Indonesia itu tidak PKL (Praktek Kerja Lapangan) di sekolahku, tepatnya di kelasku. Hari ini harusnya ulangan bahasa Indonesia dari Ibu Dewi, guru favoritku. Namun nasibku sungguh malang, Ibu Dewi tidak bisa mengajar karena harus menghadiri rapat tiba-tiba yang diadakan di luar kota. Itu kata Pak Udi, pesuruh sekolah. Sebagai penggantinya, seorang mahasiswa yang harusnya praktek di kelas sebelah, dipindahkan praktek ke kelasku. Sebelum aku bernafas untuk ketidakhadiran Ibu Dewi, mahasiswa itu nyelonong ke kelas kami tampa menyapa atau sekedar basa-basi. Semua teman cewekku nampak terpukau karena mahasiswa itu adalah seorang cowok. Tidak ganteng menurutku, ia hanya menang memakai pakaian bermerk, yang meski tertutup jas prakteknya masih saja kelihatan. Dinda yang duduk di depanku tak henti-hentinya memuji.
“Selamat pagi, adik-adik SMA!” ia baru menyapa, mungkin baru ingat.
“Pagi Pak!!” balas mereka tapi tak termasuk aku. Aku diam saja di pojokan. Masa bodoh. Aku tetap asyik dengan novel hadiah
... baca selengkapnya di Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 03 September 2016

Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian?

Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seperti yang telah saya singgung pada artikel sebelumnya, yang berjudul: Benarkah Impian Itu Penting?; Pembahasan yang mengupas bahwa impian akan mudah terwujud jika kita memiliki keterikatan secara emosional dengan impian kita tersebut.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mencoba sharing tentang cara agar kita bisa terikat secara emosional dengan impian kita. Berikut beberapa cara yang saya ketahui: 1. Di Anggap Remeh Saya memiliki seorang teman yang sangat luar biasa. Dan bukan hanya seorang teman tapi juga beberapa teman yang luar biasa. Beberapa kawan saya ini berhasil mencapai impian mereka dan merupakan orang yang suka bekerja dan dan berbagi dengan orang lain. Kalau dilihat dari latar belakang mereka, biasa-biasa aja tuh. Maksud saya adalah mereka berasal dari keluarga ekonomi menengah bahkan ada yang dari kalangan ekonomi bawah. Ketika saya berdiskusi dengan mereka, satu hal menarik yang saya ketahui dan hal ini menjadi pola keberhasilan mereka. Yaitu, mereka sering dianggap remeh oleh orang lain. Di anggap remeh orang lain disini yang saya maksud adalah mulai dari kalangan keluarga mereka sendiri (tentunya keluarga mereka yang mapan) hingga oleh orang lain betulan (selain keluarga mereka). Tapi ajaibnya, ketika mereka dianggap remeh atau dipandang sebelah mata, mereka semakin terpacu untuk mewujudkan impian mereka. Mereka semakin terpacu untuk membu
... baca selengkapnya di Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu